Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Sebuah Kisah tentang Dia

"Dipaksa ikhlas akan hal-hal yang tak ingin di lepas" Dia terlihat begitu sedih. Sesaat setelah dia menyadari bahwa esok ialah hari pengambilan rapor di sekolah dasarnya. Ayahnya harus bekerja ke luar kota. Lima bulan yang lalu, Ibunya kembali menemui Tuhannya. Lalu siapa yang akan menerima rapor akhir tahunnya? Dia terlihat begitu cemburu. Ketika esok hari satu persatu dari temannya berlari memeluk orang tua mereka yang baru sampai di gerbang sekolah untuk mengambil rapor. Ada salam, ada cium, ada panggilan lembut terucap dari bibir orang tua teman-temannya. Tapi tidak baginya. Dia hanya duduk melamun di teras kelas sambil mengharap akan sesuatu yg tidak mungkin; "Ibu akan datang, Ibu akan berjalan memasuki gerbang dan aku akan berlari menujunya". Tapi nihil. Semesta bermaksud menempanya menjadi gadis kecil yang kuat. Tapi usianya masih terlalu belia saat itu. Dengan baju pramuka tanpa hasduk yang dipakainya, dia berlari menuju kamar mandi. Menangis. Han...

Space

Kepada jarak yang terhormat, Izinkan aku memperkenalkan diriku terlebih dulu. Aku adalah manusia. Makhluk yang bernyawa dan perasa. Aku mengirimimu surat, bukan karena mengganggu atau meragu. Hanya ingin kuberi tahu, apa yg terjadi denganku karenamu. Karenamu aku merindu, sudah itu saja. -K-